Kisah Horor Makhluk Itu Mengejarku Saat Pulang Tengah Malam Yang Menjadi Pengalaman Terseram Dalam Hidupku
Perkenalkan, namaku adalah Sandi Tirani, Ini adalah kisah Makhluk Itu Mengejarku yang merupakan pengalaman terseram yang pernah aku rasakan seumur hidup. Berhubung dengan aku yang tinggal di indekos dekat dengan kantor, aku selalu pulang dengan berjalan kaki. Sialnya,
saat itu aku yang harus lembur dan harus pulang pada waktu tengah malam. Ditambah lagi, jalan pulang dari kantor untuk menuju ke indekos harus melewati area pemakaman.
Sebenarnya, aku sempat terbersit memiliki firasat buruk pada saat itu. Aku bahkan hampir yang memutuskan untuk memesan ojek online saja. Namun,
aku pun mengurungkan niatku karena jarak dari kantor untuk menuju indekos sebenarnya sangatlah dekat. Menunggu tukang ojek hanya saja memperlambat aku untuk sampai ke indekos.
Akhirnya, aku pun memutuskan untuk berjalan kaki saja. Aku ingin bisa untuk melupakan ketakutanku dengan mendengarkan lagu menggunakan headset.
Saat sedang asyik mendengarkan lagu, tiba-tiba saja ponselku mati. Padahal, baterai pada ponselku baru di charge full dan tidak mungkin secepat itu bisa mati. Aku pun langsung kebingungan karena tidak ada satu pun media yang bisa memalingkan aku dari perasaan takut.
Aku pun mencoba memberanikan diri untuk terus tetap berjalan. Hingga pada akhirnya, aku berada pas di depan kompleks pemakaman itu. Melihat jalanan sepi karena memang sudah larut malam, yang aku takutkan adalah dua yakni tiba-tiba ada begal dan makhluk tak kasat mata. Dugaanku pun ternyata benar, aku dikerjai habis-habisan oleh hantu dan Makhluk Itu Mengejarku.
Sampai pada di kompleks pemakaman, kaki aku tiba-tiba tersandung hingga mengakibatkan aku tersungkur. Jantungku pun langsung berdetak sangat cepat.
"Hei, tolong. Aku minta tolong jangan mengganggu, siapapun kamu," kataku berteriak.
Tidak lama dari situ, tiba-tiba ada hembusan angin sangat kencang tiba-tiba melewatiku dan bahkan menabrakku. Aku ingat sekali pada saat itu aku berlari sangat kencang. Namun, aku tidak bisa kemana-kemana, seperti yang berjalan di tempat. Saat ini, sepertinya tubuhku seakan terkunci, tidak bisa kemana-mana, dan bahkan tidak bisa untuk berteriak.
Aku hanya bisa segera untuk mengucapkan istigfar di dalam hati. Alhamdulillah, secara perlahan ikatan itu bisa terlepas. "Ya, Allah, tolong aku dengan segala kebaikanmu. Aku takut sekali dan tidak ingin berada di sini," ucap doaku dalam hati.
Saat itu, aku bisa kembali untuk berteriak dan berlari. Makhluk Itu Mengejarku Aku pun menoleh ke belakang dan melihat ada sosok perempuan berbaju putih tinggi dengan mata merah yang sangat besar. "Hey, sini. Temani aku untuk main," kata sosok itu kepadaku. Aku ingat sekali bentuk wajahnya, sangat pucat dan seperti sedang menangis darah. Aku tidak kuat melihatnya dan langsung segera berlari sekencang mungkin. Aku yang selalu bersyukur masih ada sampai saat ini, karena malam itu terasa seperti hari terakhir di dalam hidupku. Aku berjanji tidak akan dan mau melewati tempat itu lebih dari pukul 18.00 WIB. Jika harus terpaksa, aku akan menggunakan ojek online.

