Cerita Horor Di Danau Gunung Argopuro

Cerita Seram di Danau Gunung Argopuro, Terdengar Suara Gamelan Jawa

Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Yusuf Kirana. Cerita Horor ini terjadi pada saat aku mendaki Gunung Argopuro yang berada di Jawa Timur. 

Awal cerita, aku mendaki gunung tersebut bersama dengan kedua sahabatku yakni Iwan dan Tole. Kami pun memulai pendakian tersebut dari Desa Baderan.

Kami akan turun di Desa Bermi. Ya, pendakian kami pada kali ini memang lintas.

Singkat cerita, pendakian ke Puncak Gunung Argopuro berjalan lancar dan tidak ada halangan sama sekali. Setelah selama lima hari mendaki, kami pun akhirnya memutuskan untuk langsung turun saja. Jalur untuk menuju ke Desa Bermi sangatlah ekstrem. Tole sudah yang tidak kuat lagi dan terus saja mengeluh dan merengek sepanjang jalan turun gunung tersebut.

Target kami pada saat itu adalah bisa sampai di Danau Taman Hidup sebelum hari gelap. Namun, perkiraanku meleset. Kami baru yang bisa sampai di Danau 

Taman Hidup pada pukul 19.00 WIB malam. Iwan pun langsung mendirikan sebuah tenda.

Sementara tugas aku yang menyiapkan beberapa bahan makanan untuk makan malam. Tole ikut serta dalam membantuku.

Setelah makan malam selesai, kami pun memutuskan untuk langsung tidur saja. Tenaga kami sudah yang habis terkuras. Namun, mendadak tiba-tiba kami mendengar ada suara gamelan Jawa. Suaranya sangat jelas sekali di telinga kita semua.

"Mungkin Desa Bermi sudah dekat," ujarku.

Tole dan Iwan terlihat sudah yang tidur nyenyak. Aku pun memutuskan untuk ikutan tidur saja. Namun, aku tiba-tiba terjaga karena yang mendengar adanya suara auman macan. Suara auman tersebut terdengar sangat dekat sekali dari tenda kami.

Aku pun mulai merasakan takut. Tidak lama, suara macan tersebut benar ada tepat di sebelahku. Macan itu seperti sedang mengajakku bicara. Namun, aku hanya yang bisa terdiam saja dan ketakutan.

Aku memejamkan mataku dengan erat. Aku tidak mau mendengar suara auman macan itu lagi.

Pagi waktu harinya, kami bergegas untuk turun Gunung Argopuro. Ternyata, jarak antara danau ke Desa Bermi masih sangat jauh sekali. Aku pun mulai berpikir tidak mungkin suara gamelan semalam berasal dari Desa Bermi.

Pak Arifin yang merupakan salah satu pemilik basecamp di Desa Bermi menjelaskan bahwa suara gamelan yang kami dengar semalam itu berasal dari desa hantu.

"Jika yang mengikuti suara itu, kamu akan bisa tersesat," ucap Pak Arifin